on Minggu, 25 November 2012


Soal  A
PT.X ; setiap tahun rata-rata membutuhkan 60.000 unit bahan baku “z” dengan harga Rp 6.000 per unit , biaya  penyediaan/pemesanan Rp 56.250 dan biaya penyimpanan 18% per tahun.
Hitung lah :
1.       Jumlah persediaan ekonomis (q)
2.       Jumlah biaya persediaan per tahun (TC)
Jawaban soal A :
1.       Jumlah persediaan ekonomis (q)
q=
                                R= 60.000
                                S = Rp 56.250
                                I = 18% : 12          = 1,5%
                                C= Rp 6.000

q=  

q=
q=
  = 8660

2.       Jumlah biaya persediaan per tahun (TC)
TC = RC + (q/2)CI + (R/q)S
     = 60.000(Rp 6.000)+(8660/2)(90)+(60.000/8660)(Rp 56.250)
     = 360.000.000 + 389700 + 389723
     = Rp 360.779.423
    
Kesimpulan :
1.       Pesanan yang mempunyai resiko terendah(ekonomis apabila tiap kali memesan sebanyak 8660 unit, sehingga dalam satu tahun cukup melakukan pemesanan 4 kali per 3 bulan sekali)
2.       Jumlah persediaan yang dibutuhkan untuk diproduksi selama 1 tahun 60.000 unit dengan biaya minimal  Rp 360.779.423

SOAL B
PT.ABC di Jakarta; mempunyai kemampuan kapasitas produksi normal 60.000 unit per tahun, dengan jumlah FC tahun 2007 Rp 300.000.000 VC Rp 25.000 per unit dengan harga jual Rp 50.000 per unit, maka hitunglah :
a.       Harga pokok produksi per unit terendah?
b.      Tingkat efesiensi produksi (E) ?
c.       Laba kotor pada tingkat resiko terendah?
Jawaban :
a.       Harga pokok produksi terendah per tahun (C/u) terendah akan dicapai pada tingkat produksi penuh (50.000 unit)
TVC = 60.000Rp 25.000                     = Rp 1.500.000.000
TFC                                                         = Rp    300.000.000 +
TC                                                           = Rp 1.800.000.000
Maka biaya produksi per unit    = Rp 1.800.000.000 / 60.000 = Rp 30.000
b.      Efesiensi
E              = (Output actual (satu tahun)) / kapasitas efektif
                = 18.000 / 60.000 = 0,3 atau 3%
c.        Laba kotor dengan tingkat resiko terendah diperoleh sesuai dengan kemampuan menjual (18.000 unit/ tahun) adalah :
Gross profit        = Q (P-VC) – TFC
                                = 18.000 (Rp 50.000 –Rp 25.000) – Rp 300.000.000
                                = Rp 150.000.000
Apabila perusahaan mampu meningkatkan kuanitas produksi/penjualan dari 18.000 unit menjadi 20.000 unit, maka laba kotor akan meningkat menjadi :
Profit     = Q (P-VC)-TFC
                = 20.000(Rp 50.000-Rp 25.000) – Rp 300.000.000
                = Rp 200.000.000